Presisi pertanian merupakan konsep pertanian yang didasarkan pada kemampuan untuk mengidentifikasi semua variable pada aktivitas pertanian. Informasi yang diperoleh kemudian digunakan untuk memanajemen pengelolaan penanaman sehingga aktivitas pertanian menjadi lebih efisien. Petani yang ada di Indonesia sebenarnya paham mengenai tanaman yang sehat dan tidak. Namun lain halnya dengan akademisi yang perlu mengkaji secara scientific terkait tanaman yang sehat dan tidak. Materi Colloquium kali ini berkaitan dengan presisi pertanian, yaitu menggunakan longlife machine learning. Materi ini disampaikan oleh Bayu Taruna W., S.Tp., M.Eng., Ph.D dari Fakultas Pertanian Universitas Jember (27/9).
“Advance technology seperti sekarang ini dapat kita manfaatkan untuk precision agriculture. Peranan machine learning untuk precision agriculture tujuannya bukan untuk meniadakan masalah. Tetapi adalah untuk meminimalisir masalah” ungkap pria lulusan Asian Institute of Technology Thailand tersebut. Bayu menambahkan bahwa precision agriculture tidak lepas kaitannya dengan artificial intelligence, data mining, image processing, dan internet of things. Sensor merupakan alat penting yang mampu dimanfaatkan oleh machine learning untuk presisi pertanian. Cara kerja sensor adalah merubah sinyal analog menjadi data numerik, sehingga dengan bantuan machine learning seperti neural networks data tersebut dapat digunakan untuk presisi pertanian.
Link youtube webinar ini: (312) COLLOQUIUM : The Implementation of Long Life Machine Learning for Precision Agriculture - YouTube


