image-removebg-preview

           

cgant-1

PUI-PT COMBINATORICS AND GRAPH

CGANT UNIVERSITAS JEMBER

Combinatorics, Graph Theory and Network Topology

Workshop: Graph-Based Token Replay for Online Conformance Checking

COVID-19 masih menjadi permasalahan serius di Indonesia hingga saat ini. Mulai dari dokter, tenaga medis, hingga peneliti terus mengupayakan solusi dari permasalahan ini. Inovasi yang muncul adalah menciptakan alat yang mampu mendeteksi COVID-19 . Prof. Drs. Ec., Ir., Riyanarto Sarno, M.Sc., Ph.D. belum lama ini telah mengembangkan alat tersebut yang diberi nama i-nose c-19. Kali ini PUI PT Kombinatorika dan Graf mengundang Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut untuk menceritakan hasil temuannya (30/9). Prof Riyanarto menjelaskan bahwa Kombinatorika dan Graf penting dalam disiplin ilmu yang ditekuninya. Contohnya adalah pada permasalahan Travelling Salesman Problem (TSP). Terdapat banyak kemungkinan perjalanan sales untuk mengunjungi sejumlah titik atau kota. Kombinatroika dan Graf berperan dalam menyelesaikan permasalahan NP-Complete ini. Setelah menyampaikan materi mengenai kaitan Kombinatorika dan Graf dengan Bidang Informatika, Prof Riyanarto juga memaparkan mengenai penerapan artificial intelligence dalam bidang kesehatan.

Prof Riyanarto meceritakan bahwa i-nose hasil temuannya ini menggunakan machine learning dengan input yang berupa bau ketiak. Menurut Prof Riyanarto bau keringat ketiak merupakan sumber penyakit, sehingga kita dapat mengklasifikasi orang yang terkena COVID-19 dan tidak melalui bau keringat ketiak tersebut. Selain i-nose, Prof Riyanarto juga menciptakan alat pendeteksi COVID-19 lainnya yang beliau sebut dengan GeNose. Berbeda dengan i-nose, input pada GeNose ini adalah berupa nafas. Selain kedua alat tersebut, hasil temuan Prof Riyanarto lainnya adalah Brain Anatomical Morphological Accurate Generator untuk membantu operasi otak manusia, Cranio Surgery Pinting Implant (CRaSPi) untuk membantuk dokter dalam memodelkan otak secara 3D menggunakan augmented reality (AR), dan Mixed Reality for Brain Surgery (MRoBas) untuk melihat tampilan 3D organ tubuh manusia gasil AR menggunakan Virtual Reality (VR). Kedepannya prof Riyanarto berharap dapat bekerja sama dengan PUI-PT Kombinatorika dan Graf pada permasalahan NP-Complete lainnya.

Link youtube webinar ini: (312) Workshop : Graph-Based Token Replay for Online Conformance Checking - YouTube

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *